Pengertian Deposito

semuatahu.web.id – Pengertian Deposito. Jika kamu tertarik untuk berinvestasi, maka deposito menjadi salah satu alternatif yang bisa kamu jadikan tabungan untuk jangka menengah. Tapi, kira-kira apa sih yang dimaksud deposito itu? Perlu untuk kamu pahami dulu bahwa pengertian deposito sebenarnya merupakan sebuah tabungan atau simpanan uang yang dititipkan atau disimpan kepada bank dengan jangka waktu pencairan tertentu.

Jangka waktu pencairan pun ditentukan pada awal perjanjian saat kamu melakukan penyetoran awal ke bank dengan kesepakatan antara nasabah dan pihak bank. Jadi, kamu tak bisa asal mengambil atau mencairkan dana sebelum jatuh tempo jangka waktu sesuai perjanjian.

Nah, deposito ini tampaknya sangat cocok untuk kamu yang memiliki rencana investasi yang aman untuk jangka menengah atau jangka panjang. Tentu saja, itu semua tak lepas dari beberapa keuntungan yang bisa kamu
dapatkan dengan model investasi deposito ini.

Keuntungan Deposito

Secara prakteknya, tentu ada beberapa kelebihan atau keuntungan yang akan kamu dapat dengan mengajukan atau menyetor dana sebagai simpanan deposito. Meski dana yang disetorkan nantinya baru bisa dicairkan sesuai jangka waktu tertentu berdasar kesepakatan antara nasabah dan pihak bank tentu kamu akan mendapat keuntungan berupa suku bunga bank.

Pasalnya, persentase suku bunga yang akan diberikan oleh bank untuk dana deposito nasabah, tentu saja jauh lebih kompetitif dibandingkan dengan jika menabung biasa. Maka dari itu, tak heran jika pengajuan deposito sebagai investasi jangka menengah atau panjang seringkali digemari oleh sebagian orang, khususnya yang tak ingin mengambil banyak risiko.

Jenis Deposito

Selain mengetahui pengertian dari deposito sendiri, kamu juga perlu memahami bahwa ada beberapa jenis deposito. Antara lain :

1. Deposito Berjangka

Jenis deposito berjangka merupakan tipe simpanan atas dasar kesepakatan antara pihak bank dan nasabah dengan perjanjian penarikan jangka waktu  tertentu. Biasanya, deposito berjangka ini memiliki jangka waktu antara 12 bulan hingga 24 bulan. Bahkan, ada juga yang sampai 3 tahun (36 bulan). Jika sudah memasuki temponya maka kamu bisa melakukan penarikan dana dari deposito dengan suku bunga dari bank, baik secara langsung maupun secara kredit melalui transfer bank.

2. Sertifikat Deposito

Jenis sertifikat deposito ini sebenarnya tak berbeda jauh dengan jenis deposito berjangka, karena sama-sama memiliki jangka waktu tertentu yang telah ditetapkan. Hanya saja, dalam aspek ini tentu saja sertifikat deposito diterbitkan tanpa merujuk pada individu maupun pada lembaga tertentu. Dengan demikian maka kamu bisa memberikan kuasa sertifikat deposito kepada siapapun yang kamu kehendaki.

Disisi lain, untuk penarikan dananya sendiri, umumnya tipe sertifikat deposito ini bisa dilakukan dalam beberapa waktu tertentu, mulai tiap bulan atau sampai pada jatuh tempo.

3. Deposito On Call

berbeda dengan dua jenis di atas, untuk tipe deposito on call sendiri justru menawarkan jangka waktu penarikan dana yang cukup singkat. Bahkan, kamu bisa mengajukan pencairan, mulai dari 7 hari hingga satu bulan
terhitung sejak penyetoran awal. Namun, hanya saja untuk suku bunga jenis ini, besarannya tentu bisa diputuskan
dengan negosiasi antara pihak bank dan pihak nasabah.

Dengan demikian maka jenis deposito on call ini cocok untuk kamu yang ingin melakukan penarikan secara cepat sejak setoran awal. Hanya saja, tentu saja suku bunganya tak akan lebih tinggi dari deposito berjangka maupun jenis deposito bersertifikat. Jadi, dengan beberapa pemahaman mengenai pengertian deposito sekaligus keuntungan dan jenisnya, tentu kamu kini sudah jauh lebih bisa memahami apa dan bagaimana sistem kerja deposito.

Itulah penjelasan tentang Pengertian Deposito . Terima kasih telah membaca di semuatahu dan semoga artikel ini bisa membantu kamu.

Tinggalkan komentar