Perbedaan Deposito Bank dan Reksadana Pasar Uang

semuatahu.web.id – Perbedaan Deposito Bank dan Reksadana Pasar Uang. Deposito adalah instrumen investasi yang sudah banyak orang kenal. Biasanya ibu – ibu suka berinvestasi di instrumen keuangan jenis ini, karena menurut mereka lebih aman dan bunga yang didapatkan cukup lumayan dibandingkan nabung di bank. Apalagi jika bank tempat orang tersebut mendepositokan adalah bank yang terkenal, semakin yakin ibu-ibu untuk mendepositokan uangnya. Karena yakin uangnya tidak akan hilang dan bertambah setiap tahunnya. Sebenarnya ada instrumen keuangan yang terbilang aman, imbal hasilnya lebih tinggi dibandingkan deposito di bank dan tidak terlalu fluktuasi harganya yaitu Reksadana Pasar Uang.

Reksadana pasar uang bisa menjadi salah satu pilihan bagi ibu-ibu atau bagi orang yang mencari keamanan serta ingin meningkatkan jumlah yang dimiliki. Tak perlu ilmu khusus serta analisa yang susah dalam berinvestasi dalam reksadana pasar uang. Cukup cari reksadana pasar uang yang dikeluarkan oleh manajer investasi bereputasi bagus dan menawarkan imbal hasil yang dianggap menarik. Terus apa saja perbedaan deposito bank dan reksadana pasar uang?. Mari kita bahas lebih jauh perbedaan yang ada diantara keduanya.

Daftar Isi

Imbal Hasil

Keuntungan dari deposito berdasarkan kebijakan masing-masing bank dan biasanya dibawah suku bunga acuan BI. Jika suku bunga acuan BI tahun itu turun, maka bunga deposito bank akan turun. Sedangkan pada reksadana pasar uang imbal hasil tergantung kinerja Manajer Investasi dan tidak terikat oleh suku bunga acuan. Jadi imbal reksadana pasar uang biasanya jauh lebih tinggi dibandingkan deposito bank. Karena reksadana pasar uang ada obligasi jangka pendek di dalamnya. Jadi saat suku bunga acuan BI turun, harga obligasi yang ada di reksadana pasar uang naik. Bunga obligasi jauh lebih tinggi dibandingkan deposito. Walaupun reksadana pasar uang ada instrumen deposito di dalamnya, karena dana yang dikelola banyak. Maka reksadana pasar uang bisa mendapatkan bunga yang jauh diatas rata-rata deposito perorangan biasa.

Minimal Setoran

Minimal setoran untuk deposito tergantung masing-masing bank tapi biasanya paling rendah rata-rata bank minimal setoran deposito adalah 5 juta rupiah. Sedangkan untuk setoran minimal reksadana pasar uang minimal adalah Rp. 10.000

Baca juga: Pengertian, Jenis, Kelebihan dan Kekurangan Deposito

Pajak

Deposito dikenakan pajak 20% final dari keuntungan yang didapat berdasarkan PPh Pasal 4 ayat 2. Sedangkan reksadana pasar uang tidak dikenakan pajak alias bukan objek pajak bedasarkan PPh Pasal 4 ayat 2.  Jadi dari sini kita lebih untung, jika memilih reksadana pasar uang dibandingkan deposito.

Tenor dan Penalti

Deposito memiliki tenor 1 bulan hingga 24 bulan. Sedangkan reksadana pasar uang tidak ada tenor. Jadi reksadana pasar uang bisa diambil kapan saja ketika membutuhkan dan tidak harus menunggu jatuh tempo seperti pada deposito.

Jika deposito diambil jauh lebih awal, maka akan dikenakan penalti atau denda. Sedangkan reksadana pasar uang tidak kenakan penalti atau denda jadi bisa mengambil kapan saja sesuai keinginan serta kebutuhan.

Jaminan

Deposito dijamin oleh LPS selama produk deposito tersebut terdaftar sebagai deposito yang dijamin oleh LPS, bunga deposito tersebut tidak lebih tinggi dibandingkan bunga jaminan LPS dan hanya maksimal deposito yang dijamin 2 milliar. Sedangkan reksadana pasar uang, dana dan aset mu aman di bank kustodian bukan ditangan manajer investasi reksadana. Jadi jika manajer investasi atau produk reksadana bubar, maka bank kustodian akan menyalurkan  hasil likudasi dana serta aset lalu dibagikan pemilik reksadana sesuai proporsi.

Baca juga: Kelebihan dan Kekurangan Deposito

Diversifikasi dan Pengelola

Deposito hanya fokus satu dari bank penerbit saja. Sedangkan reksadana pasar uang diversifikasi pada banyak obligasi  jangka pendek dan banyak deposito bank. Jadi keuntungan yang mungkin didapat lebih besar dan resiko jauh lebih rendah reksadana pasar uang dibandingkan deposito.

Jika kamu tertarik membeli reksadana pasar uang dan belum pernah mendaftar pada aplikasi reksadana bibit . Kamu bisa cari aplikasi di play store atau IOS store atau bisa dengan klik link ini. Dapatkan cashback Rp 25,000 dari bibit dengan memasukkan kode semuatahunabungreksa pada saat melakukan pendaftaran.

Itulah Perbedaan Deposito Bank dan Reksadana Pasar Uang dilihat dari Diversifikasi , Pengelola, Jaminan, Tenor, Penalti, Pajak, Minimal Setoran dan Imbal Hasil. Terima kasih telah membaca di semuatahu.web.id dan semoga artikel ini bisa membantu kamu.

 

Tinggalkan komentar