Perbedaan Mie Shirataki Basah dan Kering

semuatahu.web.id –  Perbedaan Mie Shirataki Basah dan Kering. Mie shirataki adalah mie olahan yang berasal dari jepang dari akar tanaman konjac / konnyaku yang ada di jepang atau yang disebut serat glucomannan. Mungkin kamu penasaran terus mie shirataki terbuat dari apa yang diproduksi di Indonesia?.  Kan tanaman konjac  tidak ada di Indonesia. Mie shirataki  yang dibuat di Indonesia terbuat dari tepung ubi porang dan air. Ubi porang memiliki karakteristik bebas gluten,  bebas gula dan rendah kalori. Maka dari itu mie shirataki dipilih untuk konsumsi saat diet. Manfaat mie shirataki dipercaya banyak orang  untuk menurunkan berat badan dan menjaga berat badan. Karena mie shirataki memiliki rasa kenyang lebih lama.

Kandungan mie shiratakimemiliki kandungan 97 % air dan berserat tinggi, hanya memiliki 0.02 gram lemak, 0.19 gram protein, 3.44 gram karbohidrat, mie shirataki kalori yang terkandung hanya 15 kalori dalam setiap 100 gramnya. Mie shirataki cocok dikonsumsi oleh vegetarian, orang yang menjalankan program diet dan penderita diabetes. Mie shirataki memiliki testur lebih kenyal dibandingkan jenis mie lainnya. Olahan mie shirataki untuk diet bisa dibuat mie shirataki goreng, mie shirataki tektek, mie shirataki  ayam kecap, mie nyemek shirataki  dan mie shirataki  laksa goreng dan lain sebagainya.

Perbedaan Mie Shirataki Basah dan Kering

Perbedaan Tekstur Mie Shirataki Basah dan Kering

Mie shirataki kering yang mengalami pemprosesan sehingga bisa dikemas dalam bentuk kering membuat tekstur kalah dibandingkan mie shirataki basah yang tidak melalui proses pengeringan sebelum dikemas. Jadi mie shirataki basah lebih kenyal dibandingkan mie shirataki kering. Mie shirataki kering lebih menyerap bumbu dan mudah diolah dibandingkan mie shirataki basah.

Perbedaan Pengemasan Mie Shirataki Basah dan Kering

Seperti namanya mie shirataki kering dikemas dalam keadaan kering, sedangkan mie shirataki basah dikemas dalam keadaan basah dan dalam kemasannya terisi air steril yang tidak akan merusak kualitas mie.  Jadi mie shirataki kering  lebih terasa aman dibawa dan ditaruh di tas tanpa ada rasa khawatir adanya kebocoran dalam kemasan mie.  Sedangkan mie shirataki basah kamu harus perhatikan betul-betul kemasan dan pastikan tidak ada kebocoran sehingga kamu bisa menyimpan mie shirataki basah dengan hati tenang.

Perbedaan Daya Simpan Mie Shirataki Basah dan Kering

Mie shirataki kering lebih tahan lama dalam masa simpan dibandingkan mie shirataki basah.  Karena mie shirataki kering  dalam bentuk kering memiliki kadar air yang rendah, kadar air yang rendah membuat lama simpan yang lebih lama dan membuat mikroorganisme tumbuh butuh waktu yang lebih lama. Sedangkan mie shirataki basah yang dikemas dalam bentuk basah, karena kadar air yang tinggi di dalamnya sehingga membuat jamur dan bakteri pembusuk lebih cepat berkembang  sehingga membuat cepat basi.

Perbedaan Harga Mie Shirataki Basah dan Kering

Mie shirataki kering disebabkan daya simpan dan pemprosesan yang panjang agar bisa dikemas dalam bentuk kering. Mie shirataki basah tidak perlu diproses setelah selesai pengolahan untuk menjadi kering, karena dijual dalam keadaan basah. Tidak heran harga mie shirataki kerin  lebih mahal dibandingkan mie shirataki basah.

Perbedaan Mie Shirataki Hijau dan Biru

Perbedaan Kemasan Mie Shirataki Hijau dan Biru

Mie shirataki yang populer di Indonesia saat ini adalah  mie shirataki yang diproduksi di Indonesia oleh  Ambico. Ambico mengeluarkan dua jenis mie shirataki di pasaran yaitu mie shirataki hijau dan shirataki biru, terus apa beda kedua jenis mie shirataki by mr.ishii produksi Ambico. Sebenarnya perbedaan shirataki hijau dan shirataki biru adalah kemasan keduanya. Pada shirataki hijau tulisan shirataki, tulisan bahasa jepang, ada gambar mr.ishii dan tulisan mr.ishii dalam bungkus depannya. Sedangkan shirataki biru hanya ada tulisan shirataki dan tulisan jepang tanpa ada gambar mr ishii dan tulisan mr.ishii di depan kemasannya.

Perbedaan Target Mie Shirataki Hijau dan Biru

Perbedaan Mie shirataki hijau dan shirataki biru lainnya adalah  target pasar saat dibuat oleh Ambico. Tujuan pembuatan mie shirataki hijau awalnya untuk tujuan ekspor keluar Indonesia, sedangkan mie shirataki biru untuk pasar lokal Indonesia. Perbedaan warna kemasan untuk memudahkan agar bisa membedakan untuk tahu mana yang tujuan ekspor ke Jepang dan mana yang tujuan target pasar lokal. Meskipun pada akhirnya keduanya bisa dibeli di pasar lokal saat ini. Dulunya harga mie shirataki hijau lebih mahal dibandingkan mie shirataki biru, karena kualitas bahan kemasan lebih mahal disebabkan tujuan ekspor , saat ini harga keduanya sudah sama.

Itulah Perbedaan Mie Shirataki Basah dan Kering. Terima kasih telah membaca di semuatahu.web.id dan semoga artikel ini bisa membantu kamu.

 

Tinggalkan komentar