Contoh Algoritma Dalam Kehidupan Sehari-hari

By | April 14, 2021

semuatahu.web.id –  Contoh Algoritma Dalam Kehidupan Sehari-hari. Algoritma atau algoritme dalam bahasa baku, adalah merupakan sebuah proses atau prosedur secara sistematis yang bisa digunakan untuk memecahkan masalah. Algoritma sendiri dikenal diberbagai bidang, termasuk yang paling banyak menggunakannya adalah dalam bahasa pemrograman komputer.

Jenis-jenisnya pun beragam, seperti Divide and Conquer, Dynamic programming, Sistem Flowchart, Pseudocode, juga Metode serakah. Di mana untuk menyusun suatu algoritma, maka harus memerhatikan input, output, definiteness, finiteness, hingga effectiveness-nya. Sementara bentuk-bentuk dasarnya sendiri dikenal ada tiga bentuk, yaitu Algoritma Sekuensial, Algoritma Perulangan, juga Algoritma Percabangan atau Bersyarat.

Melihat rumitnya penjelasan algoritma di atas, kemudian bagaimana jadinya bila diterapkan pada kehidupan sehari-hari? Akankah menjadi lebih rumit atau justru memudahkan Anda?

Sebetulnya bila dijabarkan lebih luas lagi, algortima dalam kehidupan sehari-hari tidak akan menjadi lebih rumit. Bahkan sebagian prosesnya mungkin telah Anda kenali dengan baik. Tanpa berpanjang kata, berikut adalah sejumlah contoh algoritma yang bisa dan biasa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga : Mengenal Lebih Jauh Tentang Algoritma

Algoritma Membuat Kopi Tubruk

Bahan dan perlengkapan untuk membuat minuman kopi

1. Kopi

2. Gula pasir

3. Air panas

4. Cangkir atau gelas

5. Sendok teh

Algoritma

1. Siapkan semua bahan

2. Siapkan perlengkapan membuat kopi

3. Masukkan kopi ke dalam cangkir sesuai takaran

4. Tambahkan air mendidih ke dalam cangkir, jika baelum tersedia, panaskan air terlebih dahulu

5. Tambahkan gula dan aduk dengan sendok

6. Jika kurang manis tambahkan gula, jika terlalu manis tambahkan kopi

7. Aduk kembali

8. Kopi siap dihidangkan

9. Minum kopi

Contoh algoritma dalam kehidupan sehari-hari yang pertama sudah dijelaskan. Berikutnya bagaimana bila menggunakan Pseudocode untuk membuatnya, berikut contohnya.

Pseudocode Membuat Kopi Tubruk

1. Input kopi

2. Input air mendidih

3. Input gula

4. Proses mengaduk menggunakan sendok

5. (IF) Kopi pahit kembali (Then) ke tahap 3

6. While (rasa pas?)

7. IF

8. Hidangkan

Berikut ini adalah contoh algoritma dalam kehidupan sehari-hari dalam memilah sampah. Di mana sampah sudah seharusnya menjadi perhatian, dan akan berdampak pada kelangsungan hidup di bumi. Berikut ini yang perlu Anda lakukan sebelum sampah diangkut ke TPA.

Algoritma Memilah Sampah

1. Pilah sampah berdasarkan jenis

2. Memilih Sampah organik

3. Sampah organik bisa diolah menjadi pupuk

4. Memilah sampah recycle

5. Jenis sampah ini bisa digunakan menjadi barang lain

6. Memilah sampah yang bisa digunakan kembali

7. Jenis sampah ini bisa dimanfaatkan untuk hal lain

Selanjutnya jika Anda menemukan sampah lain yang tidak termasuk ke dalam ketiganya, maka Anda bisa membuangnya ke Tempat Pembuangan Akhir.

Algoritma Memasak Telur orak-arik

Berikut ini adalah algoritma yang bisa Anda lakukan dalam memasak telur orak-arik.

Bahan membuat telur:

– Siapkan telur yang akan dimasak

– Tentukan telur akan dimasak menjadi apa

– Siapkan wadah untuk mengocok

– Pengorengan

– Mentega

– Bumbu

– Piring

– Spatula

Algoritma

1. Siapkan wadah

2. Pecahkan telur ke dalam wadah

3. Beri bumbu

4. Aduk hingga terkocok lepas

5. Panaskan pengorengan

6. Beri sedikit mentega

7. Pengorengan panas

8. Masukan kocokan telur

9. Aduk hingga menjadi orak-orik menggunakan spatula

10. Matikan api

11. Tuang telur ke atas piring

12. Sajikan

Algoritma Komplain e-Commerce

Tidak bisa dipungkiri bahwa kecewa membeli produk di e-commerce bisa saja terjadi dan ini adalah algoritmanya.

1. Buka e-Commerce tempat Anda belanja

2. Temukan customer service e-commerce

3. Lakukan komplain

4. Jika masalah belum selesai

5. sistem akan melakukan review dan memberikan jawaban

6. Jika masalah belum selesai juga

7. Pihak departemen terkait akan menjawab komplain

8. Jika masih ada kendala

9. Pembeli akan diminta meninjau ulang komplain

10. Jika masih belum selesai

11. Pihak e-commerce akan menawarkan kompensasi

12. Jika sudah selesai

13. Transaksi diproses

Algoritma komplain mengenai sistem e-commerce

1. Sistem akan melakukan review

2. Sistem akan memberikan jawaban

3. Jika belum selesai

4. Departemen terkait akan menjawab komplain

5. Jika masih ada kendala

6. Pembeli akan diminta meninjau ulang komplain

7. Jika masih belum selesai

8. Pihak e-commerce akan menawarkan kompensasi

9. Jika sudah selesai

10. Proses akan berjalan sesuai dengan SOP e-commerce tersebut.

Contoh algoritma dalam kehidupan sehari-hari bisa ditemukan ketika akan melakukan check-up kesehatan di rumah sakit, berikut algoritmanya.

Algoritma Check-up Kesehatan

1. Pasien datang ke rumah sakit

2. Mengambil antrian

3. Petugas memanggil nomor antri

4. Melakukan pendaftaran

5. Jika data sudah ada maka pasien akan diminta untuk menunggu

6. Jika pasien belum memiliki data maka akan diminta mengisi formulir

7. Pasien akan diarahkan ke perawat

8. Pasien menunggu di ruang tunggu

9. Perawat akan memanggil nomor antrian

10. Perawat akan melakukan cek detak jantung, tekanan darah, juga berat badan

11. Pasien diarahkan ke dokter

12. Pasien kembali menunggu di ruang tunggu

13. Perawat memanggil pasien masuk ke ruang dokter

14. Dokter memeriksa pasien

Setelah dokter memeriksa, biasanya akan memutuskan apakah pasien harus melakukan kontrol berikutnya, atau justru harus melakukan rawat inap. Jika hanya perlu melakukan konrol ulang, maka dokter akan membuat catatan khusus berikut pemberian resep obat. Algoritmanya sebagai berikut.

Algoritma Setelah Pemeriksaan Dokter untuk kontrol

1. Dokter memutuskan pasien untuk melakukan kontrol berikutnya

2. Dokter memberikan catatan pada perawat

3. Dokter menuliskan resep obat

4. Perawat memberi surat kapan pasien harus kembali

5. Perawat meminta pasien untuk menebus obat

6. Pasien mengambil antrian resep obat di konter obat

7. Menunggu panggilan pengambilan obat

8. Mengambil obat

9. Melakukan pembayaran

Kemudian jika dokter memutuskan pasien untuk rawat inap, maka algoritmanya akan seperti ini

1. Dokter meminta pasien untuk dirawat

2. Dokter membuat catatan pada perawat

3. Perawat memberikan perintah pada pasien untuk melakukan registrasi rawat inap

4. Registrasi rawat inap

5. Menyimpan deposito

6. Menunggu kamar

7. Masuk ke kamar

8. Mengganti baju khusus pasien rawat inap

9. Pemeriksaan perawat

10. Pemberian infus dan obat lainnya

Dari penjelasan algoritma di atas, Anda pasti sudah memahami apa itu dan bagaimana berlakunya algoritma dalam kehidupan manusia sehari-hari. Bila diterapkan secara rutin, sebetulnya algoritma ini seperti akan melakukan set-up pada otak.

Anda akan terbiasanya melakukan berbagai macam hal, melalui langkah-langkah yang telah dipikirkan. Meskipun pada praktiknya nanti bisa saja terjadi perubahan. Sama halnya seperti dalam dunia pemograman, Anda bisa memilih jalan dan cara yang paling tepat agar program bisa berjalan sesuai dengan harapan.

Nah, dari semua contoh alogitma dalam kehidupan sehari-hari yang telah disebutkan di atas. Pola mana yang paling tepat dan tidak tepat untuk Anda, berikutnya tinggal Anda susun sendiri.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *