Inilah Alasan Kenapa Berinvestasi Jangka Panjang Lebih Menguntungkan

semuatahu.web.id – Inilah Alasan Kenapa Berinvestasi Jangka Panjang Lebih Menguntungkan. Dalam berinvestasi lama berinvestasi merupakan hal yang penting juga, selain masalah menganalisis saham yang akan dibeli dan bersabar hingga pasar mengapresiasi harga saham yang kita yakini sudah membeli dibawah harga wajarnya. Jangka waktu dalam investasi jangka panjang dan jangka waktu jangka pendek, menghasilkan  imbal hasil yang jauh berbeda. Karena seperti kita tahu, kita tidak bisa untuk timing the market.  Kita tidak bisa memprediksi atau  menganalisa bahwa akan terjadi penurunan ekonomi yang terjadi seperti dimulai pada awal tahun 2020 dimana pandemi masuk dan menghentikkan banyak kegiatan ekonomi.

ihsg saat sebelum pandemi

Gambar ilustrasi. IHSG saat sebelum pandemi

Dikarenakan pemerintah harus melakukan PSBB, PPKM dan istilah lainnya. Dengan aturan pembatasan gerak, pembatasan sosial dan pembatasan kapasitas kantor atau pabrik menyebabkan laju ekonomi menurun. Seperti awal pandemi masuk ke Indonesia. Investor dan trader banyak yang panic selling untuk mengamankan uang cash. Banyak diserukan cash is the king saat awal pandemi, ketakutan, ketidakpastian, peningkatan kasus yang terjadi membuat banyak orang keluar dari bursa saham. Apalagi sampai Indonesia resmi mengalami resesi saat bulan November 2020, BPS mengumumkan angka pertumbuhan yang minus selama dua kuartal pada tahun 2020.

Penurunan sementara harga saham saat itu merupakan penururan jangka pendek diakibatkan panic selling dan pihak Bursa Efek Indonesia harus beberapa kali melakukan trading halt, karena IHSG turun drastis. Pada akhir maret IHSG jatuh hingga ke level harga 3.985 seperti diberita Kontan. Sedangkan pada gambar ilustrasi diatas bahwa IHSG berada di level 5.452. Saat harga jatuh diakhir maret itu banyak orang pesimis dan investor jangka pendek banyak yang merugi, karena melakukan cutloss dan banyak emiten saham bluechip yang harganya terdiskon murah sekali.

Baca juga: Inilah Alasan Kenapa Saham baru IPO Langsung Auto Reject

Setelah itu IHSG mengalami fase bearish hingga ketika November pemilu di Amerika Serikat membawa sinyal positif dengan dimenangkannya Pemilu oleh Presiden baru Joe Biden dan kekalahan mantan Presiden Donald Trump.  Fase bearish IHSG berakhir, sentimen positif itu dan ikuti momen windows dressing. IHSG naik mencapai level 6.373 pada puncaknya  di masa pandemi. Walaupun masih dibawah harga puncak IHSG sepanjang masa yang mencapai 6.660 pada Januari 2018.

puncak kenaikkan IHSG saat pandemi

IHSG tetap bertahan di level harga 6.000 – 6.100 yang bisa dikatakan sideaway dari bulan April hingga September 2021 ini. Bagi investor jangka panjang yang tidak panic selling dan malah membeli lebih banyak saat IHSG turun ke level 3.985 sudah mendapatkan untung-untung berlipat-lipat bahkan sampai multi bagger. Itulah alasan kenapa berinvestasi jangka panjang lebih menguntungkan dibandingkan berinvestasi jangka pendek. Berinvestasi jangka panjang memiliki peluang mendapatkan keuntungan yang berlipat dibandingkan berinvestasi jangka pendek pada saham. Sesuai gambar ilustrasi sebelumnya, investor jangka pendek selalu digilas oleh market saham saat keadaan ekonomi masih memburuk. Investor jangka panjang selalu mendapatkan untung yang maksimal seperti gambar ilustrasi IHSG dibawah ini.

kenaikkan ihsg dari sepanjang tahun 2000-2021

Seperti dilihat dari ilustrasi diatas berinvestasi jangka panjang menguntungkan, IHSG sebagai indikator kinerja semua saham yang ada Bursa Efek Indonesia. menunjukkan kenaikkan yang hampir 10 kali lipat dari Januari tahun 2000 hingga September 2021. Dalam 21 tahun, IHSG melesat dari level 688 ke level 6.126. Investor jangka panjang pastinya menikmati kenaikkan harga saham yang signifikan selama saham yang dibeli berfundamental bagus dan bukan saham gorengan.

Baca juga:  Inilah Alasan Kenapa Saham bisa Harga Gocap alias 50 rupiah

Penurunan harga sementara bukan hanya terjadi pada tahun 2020 saja, ini sudah terjadi beberapa kali dan IHSG bisa terus naik secara jangka panjang. IHSG pernah turun drastis saat krisis moneter 1998 dan saat sub prime mortgage pada tahun 2008.

kenaikkan ihsg dari 1998-2018

Gambar Kenaikkan IHSG dari 1998 hingga 2018 (tradingeconomics.com)

Jika kamu investor jangka panjang, kamu akan merugi saat terjadi krisis atau penurunan ekonomi yang bisa dibilang terjadi secara siklus. Karena terjadi dalam jangka waktu yang pendek dan terjadi berulang kali selama ini. Penurunan IHSG biasanya terjadi selama berbulan-bulan sebelum akhirnya IHSG naik kembali mencapai level tertinggi baru. Penurunan drastis terjadi selama 11 bulan pada tahun 2008 yaitu dari IHSG level 2.800  turun hingga ke level 1.089.

JIka kamu berinvestasi jangka panjang pada tahun 2008, kamu sudah mendapatkan keuntungan yang besar kalau portofolio kamu memiliki performa sesuai IHSG. Pada rentang 10 tahun, IHSG naik dari level  1.089 ke 6.605 pada tahun awal Januari 2018. Sedangkan kamu berinvestasi jangka panjang pada tahun  1997 hingga 2008. Kamu akan menikmati kenaikkan yang signifikan juga, dimana saat IHSG dari level 276 naik pada level 2.627 pada tahun 2008. Investasi jangka panjang dari ilustrasi diatas telah menawarkan banyak keuntungan dibandingkan investasi jangka pendek.

Itu jika minimal performa kinerja portofolio kamu setara IHSG. Jika portofolio kamu performa kinerja lebih bagus dibandingkan IHSG berarti kamu sudah mengalahkan market dan sudah memilih saham yang bagus dalam portofolio mu. Jika portofolio mu jauh dibawah IHSG, maka saham yang kamu beli dan masukkan portofolio mu adalah saham yang berkinerja kurang bagus atau bahkan saham gorengan. Jika kamu begitu, setidaknya pertimbangkan untuk membeli reksadana saham indeks. Karena reksadana saham indeks performa mengikuti indeks, saran beli reksadana saham indeks IDX30. Karena reksadana ini berisikan 30 saham terbaik di IHSG. Jadi kemungkinan kamu kinerja portofolionya bisa setara atau bahkan mengalahkan performa IHSG.

Jika kamu tertarik membeli reksadana saham dan belum pernah mendaftar pada aplikasi reksadana bibit . Kamu bisa cari aplikasi di play store atau IOS store atau bisa dengan klik link ini. Dapatkan cashback Rp 25,000 dari bibit dengan memasukkan kode semuatahunabungreksa pada saat melakukan pendaftaran.

Jika kamu tertarik membeli saham dan belum punya aplikasi  beli saham. Bisa cari aplikasi ajaib  di play store atau IOS store atau bisa dengan klik link ini.  Dapatkan saham gratis secara acak dari ajaib securitas dengan memasukkan kode rayd648 pada saat melakukan pendaftaran.

Itulah Alasan Kenapa Berinvestasi Jangka Panjang Lebih Menguntungkan. Terima kasih telah membaca di semuatahu.web.id dan semoga artikel ini bisa membantu kamu.

 

Tinggalkan komentar