Salah Kaprah Investor dan Trader Pemula di Bursa Saham

semuatahu.web.id – Salah Kaprah Investor dan Trader Pemula di Bursa Saham. Investor dan trader yang ada di bursa saham memiliki beberapa aliran serta sudut pandang yang berbeda dalam berinvestasi dan trading. Masih banyak salah kaprah yang beredar diantara investor dan trader saham. Apalagi membiarkan optimisme pasar menunggangi logika berpikir untuk mengambil keputusan. Orang yang pintar secara akademik bisa jadi bodoh di bursa saham. Saat orang pintar tersebut tidak bisa mengendalikan emosinya, saat takut atau ketamakan mengalahkan logika berpikirnya hingga melakukan tindakan yang salah.

Khususnya bagi yang baru mengeluti dunia saham, biasanya mereka salah mengartikan atau salah memahami ilmu yang dibagikan oleh investor senior atau buku yang dibacanya. Masing-masing orang mungkin memiliki pandangan sendiri sehingga salah kaprah pada prinsip dasar investor saham value investing, investor saham growth investing, trader saham teknikal, trader saham astrology, dan trader saham bandarmology. Bagian apa yang salah kaprah?. Ayo kita bahas satu per satu supaya mengerti dan paham.

Salah Kaprah Investor di Bursa Saham

Investor saham di bursa saham Indonesia  pada umumya ada dua jenis yaitu investor saham value investing dan investor saham growth investing. Meskipun ada kemungkinan ada jenis atau tipe investor lainnya yang kami belum ketahui. Jadi kami batasi pembahasan ini pada investor saham value investing dan investor saham growth investing saja. Bagian apa yang sering disalah artikan oleh pemula yang memiliki keinginan menjadi investor saham value investing dan investor saham growth investing.

Investor saham value investing mempunyai peran penting di bursa saham dengan membeli saham-saham yang undervalue atau yang terkena sentimen negatif, mencegah terjadi ARB beruntung dan sebagai penahan harga saham-saham bagus berkualitas yang dijual diskon. Sedangkan investor saham growth investing juga mempunyai peran penting yaitu membeli saham undervalue yang memiliki pertumbuhan signifikan di bursa saham saat harga saham tersebut dari jatuh.  Investor saham value investing  dan investor saham growth investing sama-sama membeli perusahaan yang harganya jatuh dibawah nilai wajar, ditinggalkan, dilupakan saat sudah habis hype / euforia oleh para spekulan saham dan sudah tidak masuk kriteria para trader.

Salah Kaprah Investor Saham Value Investing di Bursa Saham

Investor saham pemula value investing biasanya salah memahami tentang fundamental dan value perusahaan yang mereka harus analisa sebelum membeli saham perusahaan. Biasanya Investor saham pemula value investing hanya berpatokan PER dan PBV untuk menentukan Undervalue atau tidak saja. Padahal terkadang PER dan PBV rendah rendah pada saham bukan berarti  undervalue. Harus dibedah lebih jauh laporan keuangan perusahaan, kenapa bisa PER dan PBV rendah dan kenapa saham perusahaan itu tidak diapresiasi pasar.

Karena terkadang saham yang PER dan PBV rendah bukan berarti pertanda bagus, bisa saja karena perusahaan itu jual aset perusahaan, pendapatan lain-lainnya besar seperti jualan saham perusahaan tersebut atau perusahaan lain padahal bisnis utamanya bukan itu atau pengakuan karena nilai saham yang dibeli naik harganya,   perusahaan dinilai tidak punya GCG perusahaan tidak baik, karena banyak transfer pricing ke perusahaan affiliasinya buat dapat dividen terselubung, dan bisa jadi karena EPS turun setiap tahunnya.

Maka dari itu yang terlihat murah dari sisi PER dan PBV belum tentu murah secara kita lihat laporan keuangan. Hanya melihat PER dan PBV, lalu mengabaikan GCG perusahaan, masa depan perusahaan / masa depan industri dan kinerja perusahaan itu kesalahan paling banyak pemula yang baru belajar menjadi Investor saham  value investing.

Baca juga: Perbedaan Strategi Investasi Dollar Cost Averaging dan Lump Sum

Salah Kaprah Investor Saham Growth Investing di Bursa Saham

Investor saham pemula growth investing biasanya salah memahami tentang growth yang dimaksudkan disini, beberapa pemula malah membeli saham bluechip yang hanya mengalami pertumbuhan  2% per tahun. Benar hal itu growth tapi tingkat growth yang sangat rendah. Biasanya Investor saham  growth investing itu mencari perusahaan yang growth double digit per tahun alias minimal belasan persen per tahun bukan hanya 2 persen per tahun.

Ingat investor saham  growth investing artinya dia membeli saham sesuai nilai wajar atau dibawah nilai wajar. Namanya investor walaupun growth investing bukan berarti bakal membeli saham yang naik gila-gilaan harganya atau sudah sangat mahal harganya, walaupun kinerja sangat bagus dibandingkan perusahaan  berada di industri yang sama.

Apalagi sebagai investor pemula membeli saham perusahaan dengan proyeksi kenaikkan pendapatan masa depan yang belum tentu terjadi, itu bukan investasi karena growth tapi  itu spekulasi karena melihat growth.  Laporan keuangan, GCG, kinerja perusahaan, masa depan industri, dan harga itu ada komponen yang  investor saham  growth investing lihat sebelum membeli bukan cuma berpatokan pertumbuhan perusahaan saja.

Membeli sedikit lebih mahal dari nilai wajar, asal harga masih masuk akal dan perusahaan benar-benar berkembang pesat masih bisa dimaklumi. Itu lebih baik dibandingkan membeli dengan harga mahal atau sangat mahal untuk perusahaan yang luar biasa pertumbuhannya. Karena tidak ada yang bisa menebak masa depan. Apakah proyeksi pendapatan masa depan bisa tercapai, tidak ada yang tahu bahkan direktur utama atau presiden direktur perusahaan tersebut.

Apalagi kita yang hanya investor retail dan tidak punya akses untuk informasi dari manajemen  kecuali lewat RUPS, public expose dan laporan Keuangan. Kita hanya bisa memperkirakan dari data yang ada saja seperti CAGR dan lain sebagainya, . Perkiraan dan analisa kita bisa salah, jadi berhati-hati. Di bursa saham, tidak ada yang pasti. Satu-satunya yang pasti adalah ketidakpastian itu sendiri.

Jadi Investor saham  growth investing harus tahu elemen kualitatif pada perusahaan tersebut seperti franchise value, economic moat, brand equity, peta persaingan industri itu, struktur industri, competivive advantage yang dimiliki emiten, corporate culture, pangsa pasar produk, jaringan distribusi, kemungkinan ekspansi, skala ekonomis, pricing power, bisnis yang efisien, dan manajemen bertindak selayaknya pemilik perusahaan.

Salah Kaprah Trader di Bursa Saham

Trader di bursa saham mempunyai peran penting, karena mereka biasanya akan bersama-sama menaikkan harga dan meningkatkan likuditas saham dengan market mover / bandar saham/ big fund dan spekulan saham. Biasanya trader saham berada di saham-saham yang sedang hype, bluechip atau yang lagi digoreng. Trader biasanya tidak melihat kinerja dan fundamental  saham perusahaan yang mereka beli, lebih berpatokan pada analisa diluar fundamental.

Walaupun ada beberapa trader yang swing trading di saham-saham fundamental bagus.  Patokannya fundamental dulu sebelum memutuskan trading disana. Walaupun buruknya bagi trader pemula adalah nyangkut atau beli harga  puncak bukan hal yang baru lagi. Karena trader pemula kebanyakkan masih FOMO atau tidak punya analisa sama sekali dan ingat cepat kaya / untung.

Secara umum trader saham dibedakan menjadi Trader Saham Teknikal, Trader Saham astrology dan Saham Bandarmology. Pemula terkadang banyak salah kaprah atau salah mengartikan jenis-jenis trader tersebut saat berusaha menjadi salah satunya dan akhirnya merugi, karena salah paham hal itu.

Baca juga: Kesalahan Umum Investor Pemula

Salah Kaprah Trader Saham Teknikal di Bursa Saham

Trader Saham pemula Teknikal biasanya salah mengira bahwa analisa teknikal hanya tentang mengetahui pola yang terbentuk oleh pergerakan harga menandakan apa-apa. Bahkan terkadang hanya hafal jenis polanya dan tidak tahu bahwa meskipun pola terbentuk, kalau volume tidak mencukupi berarti pola itu tidak terkonfirmasi.

Trader pemula tidak cukup hanya tahu break resistant, breakout, support psikologis, dan istilah lainnya. Trader pemula tidak cukup hanya tahu ini pola shooting star, dead cat bouce atau lain semacamnya. Volume transaksi untuk konfirmasi pola / patter itu harus diketahui. Ingat bandar saham bisa saja lagi melukis gambar pola / chart untuk membuat tertarik trader saham teknikal agar trader masuk setelah melihat analisa teknikal lalu terjebak dan harus cuci piring.

Salah Kaprah Trader Saham astrology di Bursa Saham

Trader pemula Saham astrology yang salah kaprah atau salah memahami, Trader pemula Saham astrology hanya ingat moon phase / fase bulan jadi reversal atau biasanya rebound dan lain sebagainya. Ingat sebenarnya Trader  Saham astrology itu mencari saham dari melihat berdasarkan big data untuk melihat irisan siklus di moon phase / periode waktu ini. Big data Trader Saham astrology ini berdasarkan data penelitian puluhan tahun yang membuktikkan fase tersebut berkaitan dengan saham tertentu.

Salah Kaprah Trader Saham Bandarmology di Bursa Saham

Trader Saham pemula Bandarmology malah hanya berpatokan pada tool untuk lihat foreign flow untuk nentukan akumulasi atau distribusi. Trader Saham Bandarmology itu harusnya mencari tahu siapa bandarnya  sebenarnya biar tahu bandar saham tersebut lagi akumulasi atau distribusi.  Lihat broker summary untuk melihat kode sekuritas, harga beli dan harga rata-rata kebanyakan yang mereka bisa lakukan.

Hal yang harus berhati-hati itu adalah berpindah antar sekuritas, asing atau lokal itu hanya membutuhkan biaya yang kecil dan broker summary terkadang bisa digunakan untuk menipu trader pemula saham bandarmology. Trader saham Bandarmology malah mungkin kenal bandar saham di saham tersebut dan jangan lupa

Jika kamu tertarik membeli saham dan belum punya aplikasi  beli saham. Bisa cari aplikasi ajaib  di play store atau IOS store atau bisa dengan klik link ini.  Dapatkan saham gratis secara acak dari ajaib securitas dengan memasukkan kode rayd648 pada saat melakukan pendaftaran.

Jika kamu tertarik membeli reksadana saham dan belum pernah mendaftar pada aplikasi reksadana bibit . Kamu bisa cari aplikasi di play store atau IOS store atau bisa dengan klik link ini. Dapatkan cashback Rp 25,000 dari bibit dengan memasukkan kode semuatahunabungreksa pada saat melakukan pendaftaran.

Itulah Salah Kaprah Investor dan Trader Pemula di Bursa Saham.  Pesan kami adalah minimalkan resiko, carilah peluang lain jika ketinggalan saham yang sudah naik jauh, atur emosi agar tidak salah mengambil tindakan, jangan gunakan margin, dan pastikan menggunakan uang dingin. Terima kasih telah membaca di semuatahu.web.id dan semoga artikel ini bisa membantu kamu.

Tinggalkan komentar