Pengertian Sistem serta Pembagiannya

By | January 12, 2020

semuatahu.web.id –  Pengertian sistem serta pembagiannya! Sistem merupakan sebuah kata yang berasal dari dua bahasa, yaitu Yunani (Sustema) dan Latin (Systema). Baik dari bahasa Latin, Yunani, maupun yang telah diadopsi ke bahasa Indonesia, sistem diartikan sebagai kumpulan dari berbagai elemen atau komponen yang bergabung menjadi satu kesatuan. Secara umum, kesatuan tersebut adalah untuk memudahkan maksud yang sama yaitu mencapai tujuan bersama.

Dari sana kita tahu bahwa pengertian sistem secara umum itu pasti terdiri dari berbagai kumpulan objek, yang secara sadar berkumpul bersama, dimana di dalamnya mereka menciptakan sebuah hubungan atau kerjasama tertentu, untuk mencapai sebuah tujuan yang sama. Jadi, mereka yang berkumpul dalam satu ruang lingkupp tersebut datang dengan memiliki ketertarikan pada suatu hal yang sama, yang sama-sama akan melakukan tindak lanjut mengenai satu hal tersebut.

Pengertian Sistem Menurut Pendapat Para Ahli

Jerry FutzGerald, (1981: 5) sebagai salah satu ahli menyimpulkan tentang sistem, yang intinya dikatakan sebagai ruang lingkup kerja yang terbentuk dari prosedur dan peraturan yang saling berhubungan satu sama lain. Dengan sasaran kerja yang sama dan sudah pasti tersusun di dalam prosedurnya.

Dr. Ir. Harijono Djojodihardjo (1984: 78) juga ikut menyampaikan pendapatnya mengenai pengertian sistem, yang mana ia menyimpulkannya sebagai kumpulan objek atau komponen yang berkumpul dengan mengedepankan hubungan fungsional diantara mereka, yaitu tujuan yang serupa.

Murdick, R. G (1991: 27) secara umum menyimpulkan sistem sebagai kumpulan dari berbagai elemen atau objek yang membentuk sebuah prosedur, bagan, peraturan, atau cara untuk mencapai tujuan bersama yang dimaksud. Biasanya bahan yang dipakai untuk proses mencari ini adalah berdasarkan data atau barang, yang nantinya bisa menghasilkan sebuah informasi, barang, atau energi.

Jogianto (2005: 2), juga ikut menyimpulkan apa pengertian sistem yang diakatakan sebagai kumpulan dari berbagai objek atau elemen yang berkomunikasi dan menyusun cara untuk tujuan tertentu. Ia juga menyatakan bahwa sistem bisa digambarkan sebagai kejadian-kejadian yang nyata, baik dari manusia, tempat, atau benda. Jadi secara singkat, sistem terdiri dari objek yang menempati ruang dan waktu sehingga menimbulkan kejadian yang nyata.

Elemen atau Bagian dalam Sistem Berdasarkan Prinsipnya

Objek

Objek dikatakan sebagai elemen atau bagian hingga yang terkecil sekalipun, baik yang yang secara nyata ada maupun abstrak. Atau bisa pula kumpulan antara keduanya, hal ini tergantung pada bagaimana sifat yang melekat pada suatu sistem itu. Jadi, sistem dapat berupa apapun selama ia berkumpul dengan tujuan dan sifat tertentu yang sama.

Atribut

Setelah mengetahui berbagai pengertian sistem di atas, maka perlu diketahui bahwa dalam sistem pasti ada yang namanya atribut. Atribut dalam sebuah sistem menentukan sifat dan kualitas kepemilikan objek tersebut.

Lingkungan

Karena sebelum dikatakan bahwa sistem sebagai sesuatu yang juga menempati ruang waktu. Maka lingkungan juga ada dan digunakan bagi sistem, dimana lingkungan ini sebagai tempatnya berada. Jika lingkungan ada, maka berbagai tujuan yang telah disusun sesuai prosedur bisa menghasilkan suatu kejadian.

Hubungan Internal

Seperti pada pengertian sistem di atas, bahwa ada sebuah prosedur kerja yang tersusun di dalamnya. Maka itu artinya, ada pula hubungan internal yang terbentuk antara elemen dalam sistem tersebut. Hubungan internal yang terbentuk di dalamnya pun tak bisa terlepas dari seputar tujuan yang disusun bersama.

Elemen Lain dalam Sistem

Selain itu, ada pula beberapa unsur elemen yang terkandung dalam sebuah sistem.

Tujuan

Suatu sistem pada dasarnya terbentuk karena adanya tujuan, baik satu ataupun lebih selama itu sama dimiliki oleh setiap elemennya. Sebuah tujuan ini menjadi faktor utama dan penting sebagai penggerak adanya sistem, sehingga tujuan pula lah yang memberikan motivasi mau ke arah mana prosedur dalam sistem tersebut akan ditujukan. Dan jika tujuan ini tidak ada, maka bisa saja tidak akan terbentuk pula sistem yang akan menjalankannya. Jadi antara tujuan dan pelaksana ini berhubungan erat, jika salah satunya tidak ada maka tidak akan terbentuk usaha atau kejadian apapun.

Masukan

Selain memahami pengertian sistem, kita juga harus paham apa saja yang menjadi pendukung adanya sistem. Selain tujuan, ada pula masukan, bahan, atau input yang masuk dalam sistem sebagai sesuatu yang akan diolah dan diproses. Masukan yang didapatkan tak lain tak bukan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan tujuan yang ingin dicapai bersama. Masukan bisa berbentuk dua jenis, pertama adalah masukan yang berwujud benda, fisik, dan dapat dilihat seperti bahan mentah. Dan yang kedua. Masukan bisa berupa sesuatu yang tak nampak atau abstrak seperti informasi.

Proses

Nah, dalam proses inilah berbagai masukan yang diterima akan diolah, ditransformasi, atau diubah menjadi bentuk keluaran yang bernilai dan sesuai tujuan ketika ingin diciptakan. Proses akan dilakukan sesuai prosedur terstruktur yang sebelumnya telah tersusun sebelum eksekusi pencapaian tujuannya. Misalnya pada sebuah pabrik kimia, proses yang mereka lakukan bisa berupa mengolah berbagai bahan mentah dan berwujud. Contoh lainnya pada rumah sakit misalnya, proses yang mereka lalui bisa berbentuk aktivitas pengobatan pasien.

Keluaran

Tidak tercantum dalam pengertian sistem, namun justru keluaran ini melekat pada prosesnya. Keluaran ini merupakan hasil dari kerja, proses, atau pengolahan masukan. Namun output yang dihasilkan bisa saja yang berguna maupun yang tidak bernilai. Seperti halnya dalam sebuah pabrik, pasti ada sebuah produk yang dihasilkan dan sangat bernilai bagi konsumen. Namun dilain hal ada pula keluaran yang tidak bernilai seperti limbah atau sisa pembuangannya.

Batas

Dalam sistem juga ada sebuah batasan, yang akan memisahkan antara ruang lingkup dalam sistem dengan yang di luarnya. Batas ini ada sebagai acuan wilayah kerja yang akan dilakukan, jika tidak ada maka ruang lingkupnya tidaka akan jelas. Namun batasan ini bisa saja berubah, baik berkurang atau bertambah sesuai ketentuan prosedur yang ingin diubah.

Mekanisme Pengendalian serta Feedback (Umpan Balik)

Pengendalian atau kontrol ini dilakukan setelah selesainya porses pengeluaran, dimana nantinya dipakai sebagai evaluasi atas apa yang telah dihasilkan, mulai dari tujuan, masukan, hingga proses. Mekanisme yang satu ini sangat perlu diusung dalam setiap sistem, agar tercipta proses dan hasil yang lebih baik lagi, sehingga tujuan bersama menjadi lebih sempurna seperti yang tercantum dalam pengertian sistem.

Lingkungan

Lingkungan juga penting dalam sebuah sistem, karena sebagai tempatnya berpijak. Dan penentuan lingkungan ini harus sesuai dengan kondisi dan kebutuhan sistem, karena bisa menimbulkan berbagai macam dampak, baik itu pengaruh yang menguntungkan atau malah merugikan.

Itulah penjelasan mengenai berbagai pengertian sistem yang dikemukakan oleh para ahli, elemen-elemen, serta pembagian bentuk proses kerjanya. Dengan memahami apa itu sistem dan bagaimana saja seluk-beluk di dalamnya, bisa menambah wawasanmu dalam bidang ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *