Strategi Investasi Obligasi

semuatahu.web.id – Strategi Investasi Obligasi. Obligasi adalah instrumen investasi yang menarik saat kondisi ekonomi cenderung menurun atau pertumbuhan ekonomi suatu negara melambat. Karena obligasi akan naik saat itu, suku bunga obligasi akan naik dikarenakan saat ekonomi menurun atau ekonomi melambat. Bank Indonesia akan menurunkan suku bunga sehingga deposito tidak menarik lagi suku bunganya.

Strategi investasi diperlukan untuk menghasilkan imbal hasil dan menyesuaikan profil resiko seseorang. Strategi Investasi Obligasi  dibedakan menjadi 3 yaitu strategi pengelolaan pasif, strategi imunisasi dan strategi pengelolaan aktif. Pemilihan strategi bisa berdasarkan prefensi seseorang, toleransi resiko dan pengetahaun  seseorang.

 

Strategi Pengelolaan Pasif

Strategi Pengelolaan Pasif adalah salah satu Strategi Investasi Obligasi. Dalam Strategi Pengelolaan Pasif adalah dengan cara membeli obligasi dan menyimpannya atau  strategi mengikuti indeks pasar. Strategi beli dan simpan biasanya digunakan oleh investor yang tidak aktif melakukan perdagangan obligasi. Faktor yang paling penting adalah membeli obligasi yang sesuai dengan harapan dan kebutuhan investor itu sendiri. Investor yang menggunakan strategi beli dan simpan, biasanya berhati-hati dalam menentukan obligasi yang akan dibeli untuk investasi.

Strategi mengikuti indeks pasar adalah strategi membeli banyak obligasi pilihan dalam portofolio investor tersebut. Investor yang melakukan strategi ini bisa membeli reksadana obligasi yang didalam unit reksadana tersebut sudah terdiri dari  banyak obligasi pilihan. Investor yang memilih Strategi Pengelolaan Pasif umumnya berpikiri bahwa usaha untuk memprediksi tingkat bunga obligasi kurang berguna, tidak secara aktif mencari kemungkinan perdagangan tertentu yang menghasilkan imbal hasil tinggi, mereka mempercayai tidak ada obligasi yang salah harga,  harga obligasi yang mereka beli sudah sesuai dan obligasi yang mereka beli dinilai imbal hasilnya layak dengan resikonya.

Baca juga: Perbedaan Saham dan Obligasi

Strategi Imunisasi

Strategi Imunisasi adalah strategi investasi obligasi yang berusaha melindungi dari risiko tingkat bunga. Cara melindungi resiko tingkat bunga dengan cara saling meniadakan pengaruh komponen resiko tersebut yaitu resiko harga dan resiko reinvestasi. Resiko harga adalah resiko yang berhubungan terbalik antara harga obligasi dengan  tingkat bunga yang ditawarkan. Jadi maksudnya semakin tinggi harga obligasi, maka semakin rendah bunga yang ditawarkan.   Sebaliknya semakin tinggi bunga yang ditawarkan, semakin rendah harga obligasi tersebut.  Resiko reinvestasi adalah resiko ketidakpastian tingkat investasi pada kupon bunga yang diterima di masa depan.

Strategi Imunisasi dibedakan menjadi dua jenis yaitu strategi durasi dan strategi maturitas. Strategi maturitas adalah strategi dimana maturitas  disesuaikan dengan horizon investasi.  Maturitas adalah jumlah tahun tersisa sebelum obligasi  jatuh tempo. Horison investasi yang dimaksud berapa lama waktu investasi yang diinginkan oleh investor. Sedangkan strategi durasi adalah melihat durasi obligasi dan horizon investasi investor.

Perbedaan Strategi maturitas dan strategi durasi  adalah tolak ukurnya, Strategi maturitas menggunakan tolak ukur maturitas. Sedangkan strategi durasi menggunakan tolak ukur durasi dan tidak memperhatikan maturitas. Persamaan Strategi maturitas dan strategi durasi  adalah harus adanya horison investasi.

Bahaya dari Strategi Imunisasi sama dengan strategi pengelolaan pasif adalah tidak memperhatikan adanya resiko default atau call. Resiko obligasi default adalah resiko obligasi akan gagal bayar, sedangkan resiko obligasi call adalah resiko pelunasana lebih awal sebelum jatuh tempo.

Baca juga: Perbedaan Obligasi dan Reksadana Obligasi

Strategi Pengelolaan Aktif

Strategi Pengelolaan Aktif adalah strategi yang menganalisa dan mengestimasti perubahan tingkat suku bunga. Karena perubahan tingkat bunga akan mempengaruhi harga obligasi. Investor yang menggunakan Strategi Pengelolaan Aktif  dibedakan menjadi bond swap dan  interest rate swap. Bond swap adalah strategi memperoleh keuntungan dengan  cara mengidentifikasi adanya salah harga pada obligasi tertentu di pasar. Salah harga yang dimaksud adalah harganya tidak sesuai dengan nilai intrinsiknya yang sebenarnya. Entah undervalue atau harganya dibawah harga wajar, bisa juga overvalue atau harganya diatas harga wajar.  Sedangkan pada interest rate swap adalah perjanjian pertukaran antara dua pihak dari suku bunga tetap / fixed rate  ke suku bunga mengambang / floating rate atau dari suku bunga mengambang / floating rate ke suku bunga mengambang / floating rate lainnya.

Jadi Strategi Pengelolaan Aktif hanya bisa dilakukan oleh investor yang  bisa menganalisa perubahan suku bunga, mencari obligasi yang salah harga, tahu kapan harus membeli dan kapan harus menjual. Perbedaan mendasar antara Strategi Pengelolaan Aktif dan Strategi Pengelolaan Pasif adalah data yang diperlukan. Pada Strategi Pengelolaan Aktif,  data yang diperlukan belum diketahu dengan pasti seperti data estimasi suku bunga. Sedangkan pada Strategi Pengelolaan Pasif adalah data yang diperlukan  sudah diketahui dengan pasti seperti tingkat bunga, maturitas, kualitas, dan Yield to maturity (YTM) / potensi keuntungan per tahun.

Strategi Meminimalisir Resiko Kredit pada Obligasi Korporasi

Kasus gagal obligasi korporasi juga mempengaruhi minat investasi. Menurut Pefindo dalam web berita Bisnis, default rate obligasi korporasi non keuangan adalah 2,52 persen. Sedangkan default rate obligasi korporasi non keuangan adalah 0,1 persen.   Butuh strategi untuk meminimalisir resiko kredit  tersebut yaitu dengan :

  1. Analisa Kredit, melakukan analisa kredit internal yang ketat meliputi on going review dan monitoring .
  2.  Memberikan Batasan bobot investasi obligasi korporasi berdasarkan peringkat dan emiten perusahaan
  3. Menghindari konsentrasi pada obligasi korporasi pada sektor yang sama
  4. Melakukan diversifikasi obligasi pada obligasi korporasi pada jenis sektor dan perusahaan yang berbeda.
  5. Memilih Perusahaan yang berfundamental bagus, profil kredit yang baik, tidak terlalu tertekan siklus ekonomi dan memiliki dukungan perusahaan induk yang kuat.

Strategi Investasi Obligasi Negara di Kala Pandemi

Untuk keuntungan yang optimal untuk obligasi negara atau SBN adalah berinvestasi pada obligasi yang memiliki tenor 10-20 tahun untuk mendapatkan imbal hasil paling optimal saat pandemi sekarang ini . Karena obligasi negara atau SBN yang jangka pendek, imbal hasilnya akan turun lebih cepat seiring dengan kebijakan moneter yang longgar. Sedangkan obligasi negara atau SBN diatas 20 tahun, imbal hasilnya akan relatif lebih rendah seiring dengan menurunnya tingkat resiko jangka panjang.

Jika kamu tertarik membeli saham dan belum punya aplikasi  beli saham. Bisa cari aplikasi ajaib  di play store atau IOS store atau bisa dengan klik link ini.  Dapatkan saham gratis secara acak dari ajaib securitas dengan memasukkan kode rayd648 pada saat melakukan pendaftaran.

Jika kamu tertarik membeli reksadana saham dan belum pernah mendaftar pada aplikasi reksadana bibit . Kamu bisa cari aplikasi di play store atau IOS store atau bisa dengan klik link ini. Dapatkan cashback Rp 25,000 dari bibit dengan memasukkan kode semuatahunabungreksa pada saat melakukan pendaftaran.

Itulah Strategi Investasi Obligasi. Terima kasih telah membaca di semuatahu.web.id dan semoga artikel ini bisa membantu kamu.

Tinggalkan komentar